sumber gambar : Pemprov Jateng
  • 30 Jan 2026
  • Dibaca 34x

Dorong Ekonomi Kreatif, Galeri Dekranasda Jepara Resmi Diluncurkan


Jepara, Jawa Tengah - Peluncuran Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara menjadi langkah konkret dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif daerah. Galeri tersebut resmi diluncurkan di Gedung Islamic Center Kabupaten Jepara, Kamis (29/1/2025), sebagai ruang promosi dan pameran produk unggulan kerajinan serta UMKM lokal.

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa Galeri Dekranasda diharapkan menjadi etalase sekaligus pengungkit pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Menurutnya, penguatan sektor UMKM dan kerajinan merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Galeri ini bukan sekadar tempat memajang produk, tetapi menjadi ruang penguatan ekonomi kreatif agar UMKM mampu tumbuh, berinovasi, dan berdaya saing,” ujar Nawal.

Ia mendorong Dekranasda di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk lebih aktif melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM dan pengrajin. Pemetaan potensi ekonomi kreatif daerah, termasuk nilai ekonomi yang dihasilkan, dinilai penting sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan ekonomi lokal.

Nawal menuturkan, Kabupaten Jepara memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Hingga saat ini, tercatat sekitar 81.600 pelaku UMKM di daerah tersebut. Jepara juga dikenal sebagai Kota Ukir dengan sekitar 500 industri mebel dan ukir yang memiliki potensi nilai ekonomi mencapai Rp 3,2 triliun atau berkontribusi sebesar 34,1 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jepara.

Selain industri ukir, sektor tenun troso turut menjadi salah satu pilar ekonomi kreatif Jepara. Terdapat 344 unit usaha industri kecil menengah (IKM) tenun troso dengan nilai ekonomi sekitar Rp 25,8 miliar per bulan.

Kontribusi sektor UMKM dan ekonomi kreatif tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga triwulan I 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara tercatat mencapai 5,6 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,22 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Nawal—sapaan akrab Nawal Arafah Yasin—juga menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah produk ekonomi kreatif. Ia menilai, Jawa Tengah memiliki kekayaan produk unggulan, seperti batik dengan motif kearifan lokal di setiap daerah. Namun, sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi.

Untuk meningkatkan nilai jual, Dekranasda Jawa Tengah mendorong pengembangan produk kreatif, termasuk batik, menjadi produk siap pakai (ready to wear) melalui pelatihan dan pendampingan, khususnya bagi desainer muda.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso, mengatakan Galeri Dekranasda Jepara menggandeng 65 industri kecil menengah dengan berbagai produk ekonomi kreatif unggulan, mulai dari kerajinan kayu, tenun troso, batik ecoprint, hingga produk rajut.

Ia berharap keberadaan galeri tersebut dapat menjadi pusat pameran, promosi, serta penguatan jejaring usaha ekonomi kreatif, sehingga pelaku UMKM Jepara mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.

“Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat Jepara melalui ekonomi kreatif dan UMKM,” ujarnya. ***

Bercengkerama Bersama